Ahmad Dhani Kejar Farhat Abbas Sampai Ujung Dunia

Ahmad Dhani mengatakan bahwa Farhat Abbas harus dihukum. Kalau hukum di Indonesia tidak mampu memenjarakan Farhat Abbas, Ahmad Dhani yang akan menghukum dengan caranya sendiri. Sampai di manapun Farhat akan di kejar Ahmad Dhani. Dan Ahmad Dhani tidak takut hukum. Meskipun Farhat sudah merengek minta maaf tapi Dhani tetap berniat melanjutkan kasus tersebut. Itulah berita yang di tayangkan salah satu acara infotainment ditelevisi tanggal 16 April 2014 yang tanpa sengaja saya lihat.

ahmad dhani kejar farhat abbas

Walah... walaaaahhhh... dua orang muda yang menurut saya gantengya standar dan kekayaannya juga standar sedang berantem di dunia maya dan dunia nyata , meskipun saya sendiri lebih jelek dan lebih miskin daripada mereka he.. hee...

Om Dhani, kalau nanti suatu saat Om Farhat jadi dikejar jangan di pukuli ya! Mending om Farhat suruh aja angkat tangan terus ambil sepatunya yang model duri landak, gosokkan aja di kedua ketiaknya ha.. ha.... Kalau nggak, pakai aja kulit durian he... sama berdurinya kan?

Terlepas dari permasalahan yang sebenarnya karena saya bukan Dhani dan bukan pula Farhat, ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi pada kejadian dua makhluk yang lagi panas ini.

Pertama:
Promosi diri sendiri untuk tujuan apapun harusnya memakai cara - cara yang positif dan bijak bukannya dengan cara arogan, sensasi negatif, superioritas dengan menunjukkan nyali dan keberanian kelewat batas seolah - olah sakti mandra guna. Seakan -akan  "disudhuk manthuk - manthuk, ditombak lakak - lakak dan dibedhil mecicil" ha.. ha.. ("Ditusuk malah manggut - manggut, Ditombak malah terbahak - bahak dan Ditembak cuma melotot doank" Red.).

Kalau orang punya nyali dan punya keberanian yang sebenarnya, tanpa promosi lewat media pun orang sudah pada tahu. Berkoar -koar tentang nyali dan keberanian lewat media sama halnya mengatakan pada semua orang bahwa mereka itu tidak bernyali dan tidak punya keberanian. Ini menurut saya lho... nggak tahu kalau menurut orang lain ). 

Sebab secara psikologis manusia akan menutupi dengan cara apapun atas kelemahannya. Ngoceh sana - sini secara tidak sengaja sama halnya men sugest dirinya sendiri atau meyakinkan diri sendiri. Tujuan dari semua ocehan itu adalah untuk diri sendiri bukan untuk orang lain.

Menurut saya, manusia sakti itu bukan pada orang yang berotot dengan sekali pelotot musuhnya langsung mati atau orang yang kebal hukum. Tapi orang sakti adalah orang yang mempunyai jiwa bersih, sehingga manusia macam apapun tidak tega untuk melukainya. Dan orang sakti hanya ada pada seorang bayi atau anak kecil. Bayi itulah bisa disebut sebagai manusia sakti. Kalaupun ada orang tua yang tega membunuh bayinya itu bukan bearti bayinya yang tidak sakti, tapi orang tuanya yang iblis.

Kedua:
Hancurkan kesombongan dan kepongahan diri dengan cermin. Kita harus banyak bercermin. Jadi diri sendiri itu sangat perlu, tapi membayangkan ganti posisi jadi orang lain itu juga sangat perlu. Kita harus banyak berpikir tentang "bagaimana jika aku adalah kamu atau kamu adalah aku". Kalau kita memperlakukan orang lain dengan sikap dan tindakan "A", perlu juga dipikir bagaimana kalau orang lain tersebut memperlakukan kita dengan sikap dan tidakan "A", sakit hatikah kita?

Hukum dunia adalah pondasi keadilan didunia karena yang membuat adalah manusia. Kalau manusia sudah tidak percaya hukum lagi apa jadinya dunia ini.

Salam sukses.
Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar